Senin, 08 Februari 2010

Tragedi Kiyai Liberal, Akhir Hayatnya Memilukan

“Apa!? kamu hamil?!” Pak tua itu terbelalak mendengar pengakuan putri bungsu yang dicintainya. Dia langsung berdiri dan memburu ke arah sang putri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparannya, tapi…
“Jangan Paa… sabaar..!” istrinya menjerit sambil berusaha menghalangi dengan memeluk erat tubuh gadis kesayangannya. Sang bapak pun mengurungkan niatnya, tapi nampak jelas kemarahan dan kekecewaan luar biasa menguasai dirinya. Tubuhnya bergetar, matanya merah melotot, menatap tajam ke arah putrinya.

Jumat, 08 Januari 2010

Din : Gus Dur lebih pantas di sebut tokoh pendorong Demokrasi

Jakarta - Prof.Dr. Din Syamsudin setuju Almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat gelar pahlawan nasional. Gus Dur banyak berjasa pada negara terutama untuk kemajuan demokrasi. “Gus Dur selama ini disebut-sebut sebagai tokoh pluralism tapi menurut saya Gusdur lebih tampil sebagai pendorong domokrasi Indonesia dari pada tokoh Pluralisme”. Ungkap Din Syamsudin dalam acara 'Refleksi Awal Tahun CDCC' (Centre for Dialoque and Co-operation among civilization) di Jl Kemiri No 20, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Selanjutnya, Din menjelaskan alas an Gus Dur lebih pantas disebut Tokoh Pendorang Demokrasi, “karena selain pluralism kemajemukan ini, sebenernya sudah menjadi isu lama, bahkan sejak Indonesia ada dengan adanya motto bangsa bhineka tunggal Ika. Hal tersebut menegaskan bahwa kita adalah bangsa yang majemuk/ Plural” Jelas Pendiri CDCC yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Kemudian, Din Syamsudin menegaskan tentang kandungan pluralism, “Oleh karena itu yang sepatutnya diberi anugrah sebagai kelompok pluralism adalah yang mengusulkan istilah bhineka tunggal Ika yaitu bung karno ataupun Muh. Yamin. Karena istilah itu sangat penting dan berpengaruh sebagai bangsa Indonesia. Dengan konsep bhineka tunggal Ika yang kemudian menjadi motto bangsa ini relative perbedaan suku dan Ras dapat kita jaga bersama. Tegasnya

Sabtu, 05 Desember 2009

Muhammadiyah Kawal Pengusutan Kasus Bank Century

Jakarta (ANTARA News) - Muhammadiyah menyatakan akan mengawal pengusutan kasus Bank Century melalui hak angket yang tengah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Muhammadiyah akan mengawal pengusutan, tapi kami juga menghimbau kepada DPR supaya jangan bermain-main dengan kasus itu," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat menyambut kedatangan Tim 9 di gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa.

Din mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil sidang paripurna terkait kasus tersebut karena dianggap menghambat demokrasi dan berharap agar hal itu tidak terjadi lagi.

Menurut dia, skandal Bank Century tersebut membawa dampak sistemik dan organik dalam kehidupan bersama bangsa Indonesia, seolah-olah tidak ada unsur merugikan rakyat dan negara.

"Sekali kejahatan itu dibiarkan dan lolos, maka hal tersebut akan menjadi kanker besar di dalam masyarakat," ia menambahkan.

Din juga menilai, pemimpin panitia angket akan sangat logis, rasional, dan etis jika berasal dari Tim 9. Sebaliknya, jika pemimpinnya berasal dari luar.

"Agama juga menyebutkan, biasanya inisiator harus diutamakan," ujarnya.

Selain itu, katanya, kasus tersebut juga harus diusut melalui hukum karena sudah ada orang-orang yang terindikasi telah melakukan pelanggaran hukum berdasarkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam acara tersebut hadir beberapa perwakilan Tim 9, yang di antaranya, anggota F-PAN, Chandra Tirta dan Nasrullah, anggota F-PDIP, Maruara Sirait dan Rieke Dyah Pitaloka, anggota F-Golkar, Bambang Soesatyo, dan anggota F-PKS, Hadi Rahmat.

Selasa, 24 November 2009

Informasi Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1430 H

Panitia Bersama Sholat I'ed Karawang Kota yang terdiri dari :
1. Muhammadiyah Karawang
2. DKM Al-Munawarah
3. DKM Al-Irsyad
4. DKM Al-Amin

mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk dapat hadir dalam pelaksanaan sholat Idul Adha 1430 H yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari : Jum'at
Tanggal : 27 Nopember 2009
Tempat : Halaman Kantor Kas Perbendaharaan Negara ( KKPN ) Karawang ( Jl. Kertabumi Karawang / Samping SMK Bhineka Karawang )
Jam : 07.00 WIB
Khotib/Imam : Drs. Rahmat Kusmayadi ( Bandung )

Demikian undangan ini kami sampaikan.

Panitia Sholat I'ed Karawang Kota


Senin, 19 Oktober 2009

KH. Ahmad Dahlan: Kuberi Nama Muhammadiyah

“Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya.”



Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Kutitipkan Muhammadiyah

KH. Ahmad Dahlan berkata:

“Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian.”


“Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.”



Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan & Kembali Kepada Muhammadiyah

“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”



Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.